Friday, April 26, 2019

Menyajikan hasil administrasi sistem operasi

menyajikan hasil administrasi sumber daya jaringan



Konfigurasi Sharing Resource Data
  1. pastikan komputer kita telah terhubung dalam suatu jaringan
  2. Tentukan terlebih dahulu file mana yang akan terlebih dahulu di sharing dalam jaringan caranya: 
    Buka Windows Explorer >> klik pada Drive Local Disk (D:) di sisi sebelah kiri >> klik kanan pada salah satu folder yang ada di sisi sebelah kanan, dalam contoh ini pada folder Tutorial >> [Share with] >> [Specific people…].
    Tentukan terlebih dahulu file mana yang akan terlebih dahulu di sharing dalam jaringan caranya:
  3. Pada jendela File Sharing yang muncul, klik dropdown kotak user dan pilih “Everyone” >> [Add] >> [Share] >> [Done].
    File Sharing yang muncul
  4. Selanjutnya pada jendela Advanced sharing settings, buat konfigurasi seperti gambar berikut, kemudian akhiri dengan memilih tombol [Save changes].
    jendela Advanced sharing settings

Menguji hasil sharing resource dalam jaringan
  1. Sampai disini proses sharing file pada komputer 1 telah selesai, dan pada komputer yang masih dalam 1 jaringan tinggal ketik ip komputer tadi dengan >> Windows + R >> 
  2. ketik ip komp 1 >> \\10.10.1.112
    ketik ip komp 1 >> \\10.10.1.112
  3. maka file yang tadi telah di share akan muncul di layar seperti dibawah ini
    Menguji hasil sharing resource dalam jaringan

Memahami administrasi sistem operasi

  1. Perintah-Perintah Dasar Sistem Operasi (DOS)

DOS merupakan sistem operasi yang menggunakan interface command-line yang digunakan para pengguna komputer pada dekade tahun 1980-an. Untuk fasilitas booting komputer dan menjalankan beberapa aplikasi software, misalnya WS dan Lotus. Masih banyak Fungsi DOSyang digunakan pada zaman sekarang, terutama dalam menyelesaikan beberapa troubleshooting pada hardware komputer. Walaupun bisa juga dilakukan pada sistem operasi berbasis GUI.
Berikut ini fungsi-fungsi DOS:
  • Mengorganisasikan atau mengendalikan kegiatan komputer
  • Mengatur memori
  • Mengatur proses input dan output data
  • Management file
  • Management directory
Dalam menggunakan DOS diperlukan pemahaman tentang perintah perintah untuk menjalankan DOS. Untuk masuk ke DOS sendiri cukup klik run-cmd-enter.
Beberapa peritah yang dapat anda gunakan dalam DOS:
  1. CD: Memindah direktori.
misalnya cd windows, untuk pindah ke direktori windows
  1. Copy: Meng-copy file
  2. Copy file1.txt filebaru.txt
Meng-copy file1.txt, nama file hasil copy-an adalah filebaru.txt. Jadi akan terdapat file1.txt dan filebaru.txt dengan isi yang sama. Ganti file1.txt dan filebaru.txt dengan nama file yang akan Anda copy
  1. copy file1.txt c:\data
Mengcopy file1.txt ke directory data pada drive C (nama file hasil copy-an adalah file1.txt)
  1. copy file1.txt c:\data\filebaru.txt
Meng-copy file1.txt ke directory data dengan nama file hasil copy-an filebaru.txt
  1. dir : menampilkan file dan direktori
  2. dir d:  membuka file di direktori d
  3. dir /w
Menampilkan file dan directory secara “singkat” (cuma menampilkan nama file atau directory saja, tidak ada keterangan ekstensi, ukuran file, tanggal dan jam)
  1. ren: Mengganti nama file
  2. ren filelama.txt filebaru.txt
Mengganti nama file filelama.txt menjadi filebaru.txt
Itu tadi adalah perintah umum yang dipakai dalam DOS..Sekarang saya akan memberikan perintah perintah dasar dalam DOS:
  • ATTRIB =>Perintah eksternal Untuk melihat/mengubah atribut file
  • CLS        =>Perintah internal Untuk menghapus layar monitor
  • COPY    =>Perintah internal Untuk mengcopi file
  • DEL        =>Perintah internal Untuk menghapus file
  • DIR         =>Perintah internal Untuk melihat daftar file/folder di folder/direktori tertentu
  • MD         =>Perintah internal Untuk membuat direktori/folder baru
  • RD          =>Perintah internal Untuk menghapus folder (folder kosong)
  • REN       =>Perintah internal Untuk mengubah nama file/folder
  • TYPE     =>Perintah internal Untuk melihat isi file
  • EDIT         =>Perintah eksternal. Untuk mengedit file teks (interaktif)
  • FDISK      =>Perintah eksternal. Untuk melihat/mengubah/membuat partisi harddisk
  • FORMAT =>Perintah eksternal. Untuk memformat disket/harddisk
  • MORE      =>Untuk mencegah tampilan menggulung terus-menerus

  1. Registry Editor

Regedit adalah database hirarki yang digunakan untuk mengatur informasi yang dibutuhkan oleh Sistem  Windows..regedit menampilkan Registry ke dalamformat yang hampir mirip dengan Windows Explorer yang sering anda gunakan. Di dalam regedit tersebut anda dapat mengedit informasi untuk sistem semau anda..tetapi tidak bisa sembarangan. Dan harus mengetahui apa fungsi dari setiap informasi yang ada pada regedit.
Fungsi regedit adalah untuk melihat, membuat atau memodifikasi registry di dalam Windows. Sedangkan Gpedit.msc digunakan untuk melihat, membuat, dan memodifikasi Group Policy, yang digunakan untuk mengelola beberapa pengaturan di dalam setiap pengguna dan lingkungan Windows serta menyimpannya di dalam registry.
Registry terdiri dari beberapa bagian yang disebut key atau kunci. Terdapat enam macam key utama pada registry, yaitu :
  1. HKEY_LOCAL_MACHINE
Sering disebut sebagai HKLM, merupakan sebuah tempat penyimpanan untuk konfigurasi sistem yang bersangkutan, yang terdiri atas perangkat keras dan perangkat lunak. Semua yang terdapat di dalam anak pohon ini diaplikasikan kepada semua pengguna.
  1. HKEY_USERS
Sering disebut sebagai HKU, merupakan tempat penyimpanan untuk konfigurasi setiap pengguna yang terdaftar di dalam komputer yang bersangkutan. Setiap anak kunci dari anak pohon ini diidentifikasikan dengan menggunakan nomor Security Identifier (SID) yang dimiliki oleh pengguna. Ketika pengguna melakukan logon, SID yang cocok akan dimuat ke dalam anak pohon HKEY_CURRENT_USER
  1. HKEY_CLASSES_ROOT
Sering disebut sebagai HKCR, merupakan tempat penyimpanan untuk konfigurasi asosiasi/pemetaan ekstensi sebuah berkas atau objek Object Linking and Embedding (OLE) dengan aplikasi yang dapat menanganinya. Sebagai contoh, berkas berekstensi .txt akan ditangani oleh aplikasi editor teks seperti Notepad dan masih banyak lainnya.
  1. HKEY_CURRENT_CONFIG
Sering disebut sebagai HKCC, merupakan tempat penyimpanan untuk konfigurasi perangkat keras dan sistem operasi yang sedang digunakan saat itu, yang diperoleh pada saat proses booting dilakukan. Informasi yang disimpan di sini bersifat volatil dan tidak disimpan secara permanen ke dalam berkas penampung registry, tapi akan selalu dibuat setiap kali proses booting dilakukan.
  1. HKEY_DYN_DATA
Yang hanya terdapat di dalam Windows 95, Windows 98, dan Windows Millennium Edition, merupakan tempat penyimpanan konfigurasi dinamis untuk semua perangkat keras plug-and-play. Tidak ada padanannya dalam Windows NT, tapi dalam Windows NT 5.x, terdapat sebuah anak pohon HKEY_PERFORMANCE_DATA, yang hanya digunakan untuk mengumpulkan informasi performance counter Windows 2000, mengingat semua konfigurasi perangkat keras disimpan di dalam HKEY_LOCAL_MACHINE\HARDWARE\.

  1. Dekstop Environment (System and Security, Network and Internet)

  1. System and Security

Berisi semua alat yang akan digunakan untuk melakukan sistem, administrasi, dan tugas-tugas yang berhubungan dengan keamanan. Katagorinya adalah:
  1. Action Center
Untuk melihat security dan maintenance pada Windows dan untuk melakukan trubleshooting maupun recovery.
  1. Windows Firewall
Untuk meningkatkan keamanan dari serangan jaringan, dll.
  1. System
Untuk melihat spesifikasi komputer
  1. Windows Update
Untuk menerima data update secara otomatis
  1. Backup and Restore
Untuk mengembalikan (restore) komputer dalam keadaan backup
  1. Network and Internet

  1. Network and Sharing Center
Untuk melihat status jaringan, mengoneksikan ke jaringan melihat perangkat yang digunkan dalam jaringan, dan terdapat pengaturan wireless.
  1. Home Group
Untuk mengatur jaringan peer-to-peer yang telah di desain ulang dan untuk mempermudah user untuk melakukan setup home network
  1. Internet Options
Untuk mengatur browser Internet Explorer.
  1. Dekstop Environment (Hardware and Sound, Programs)

  1. Hardware and Sound

  1. Device and Printers
Untuk mengkonfigurasi hardware atau printer yang terdeteksi pada komputer
  1. Sound
Untuk mengatur penyuaraan dan hardware yang digunakan paa PC
  1. Display
Untuk mengatur resolusi layar komputer, mengatur pencahayaan, dll.
  1. Programs

  1. Program and Features
Untuk menginstall atau menguninstall program aplikasi atau Windows Update
  1. Defalut Programs
Untuk membuat programs kembali ke pengaturan awal
  1. Dekstop Gadgets
Untuk mengelola gadgets di dekstop, menuninstall gadgets, dan menambah gadgets untuk di dekstop.
  1. Dekstop Environment (User Account and Family Safety, Appearence and Personalization, Clock, Language and region, Ease of Access)

  1. User Account

  1. User Account
Untuk menambah atau menghapus akun, mengganti gambar akun, mengganti password akun.
  1. Parental Controls
Untuk mengatur akun user untuk menjalankan program tertentu.
  1. Appearence and Personalization

  1. Personalization
Untuk mengganti tema, background dekstop, screen saver, dll
  1. Display
Untuk mengatur resolusi layar, mengatur ukuran teks
  1. Dekstop Gadgets
Untuk mengelola gadgets di dekstop
  1. Taskbar and Start Menu
Untuk mengatur Start Menu, ikon pada taskbar, dan gambar Start Menu.
  1. Folder Options
Untuk mengatur pengaturan folder, seperti hidden folder,dll
  1. Fonts
Untuk mengatur size dan fonts
  1. Clock, Language and Region

  1. Date and Time
Untuk mengatur tanggal, waktu, zona waktu, dll
  1. Region and Language
Untuk mengatur bahasa, mata uang, fotmat waktu, dll
  1. Ease of Access

Untuk menyesuaikan pengaturan komputer, untuk penglihatan, pendengaran, dan mobilitas serta mengkonfigurasi pengenalan suara.

Melakukan instalasi sistem operasi closed source

LANGKAH-LANGKAH INSTALASI OPERATING SISTEM WINDOWS XP

Komputer yang telah kita rakit belumlah bisa digunakan untuk aktifitas bekerja layaknya komputer yang kita temui di kantor-kantor atau rumah, Untuk itulah dibutuhkan Operating System atau Sistem Operasi yang menghubungkan manusia dengan peripheral komputer tersebut, komputer tanpa operating sistem tidak bisa digunakan, ibarat anda punya hape tetapi tidak ada sistem operasi, perlu digarisbawahi atau dicetaktebalkan, sistem operasi bukanlah merupakan suatu software, jadi sistem operasi =/= software. Lalu apa bedanya ? sebuah software membutuhkan sistem operasi, sistem operasi ini yang menjembatani antara software dengan hardware. Nah sistem operasi di sini yang familiar adalah Microsoft Windows. Windows bukanlah salah satu sistem operasi, ada banyak sistem operasi lain seperti Linux, Sun Microsystem. Mac OS, Symbhian. Sistem operasi diibaratkan sebagai body sebuah mobil, sedang mesinnya adalah hardware-hardware, nah kalo kita ikut menumpang kitalah softwarenya.
1. Siapkan CD Master Microsoft Windows XP.

Dalam pembelian CD Windows XP ada dua pilihan, versi tray dan versi box, untuk versi tray hanya berbentuk cd dan buku manual saja, sedangkan untuk versi box ada boxnya.
Masuklah ke menu BIOS untuk mencari fasilitas boot pertama kali lewat CD/DV ROM. Tergantung BIOS yang ada, bisa menekan tombol DEL /ESC/F1 berulang-ulang saat pertama kali komputer di hidupkan.

Sebagai contoh ini adalah Award BIOS, pada gambar yang dilingkari ubahlah menjadi CD/DVD, jika sudah simpan perubahan tersebut dengan menekan F10, setelah itu simpan setting tersebut dan keluar.
Proses booting akan mendeteksi CD/DVD dahulu, jika benar maka akan muncul proses instalasi Microsoft Windows ( selanjutnya disebut saja dengan Windows ). Tekan sembarang tombol untuk memasuki proses instalasi Windows.

1. CD Windows XP akan dibaca, dan akan keluar keterangan yang membingungkan di bawahnya, itu adalah indikasi bawah Windows sedang meload file-file tertentu untuk proses instalasi.

2. Jika Windows sudah selesai membaca file-file tersebut maka akan muncul tampilan “Welcome Setup“ berikut

Ada 3 pilihan.
a. To set up Windows XP now, press ENTER
Maksudnya kita kita memulai melakukan instalasi Windows, maka cukup menekan tombol ENTER
b. To repair a Windows X installation using Recovery Console, press R
Maksudnya bahwa untuk recovery Windows jika terjadi masalah sistem tetapi ini jika kita sudah menginstall Windows terlebih dahulu
c. To quit Setup without installaion Windows XP, press F3
Tujuannya adalah membatalkan proses instalasi Windows.
3. Jika kita menekan ENTER maka kita akan menuju langkah selanjutnya yaitu persyaratan untuk tunduk pada Licensing Agreement, dan anda harus menjawabnya dengan menekan F8, jika tidak dijawab atau di tolak maka anda tidak akan dapat meneruskan proses instalasi, jika anda setuju terhadap persyaratan tersebut ( siapa pernah baca peraturan ? ) maka akan masuk tahap berikutnya.

4. Jika anda setuju sekarang saatnya masuk ke proses pemilihan partisi hardisk, seandainya hardisk tersebut masuk baru maka akan ada tampilan seperti ini

Maksudnya proses instalasi membaca adanya satu hardisk yang besarnya 19093 M atau 20 GB, jika anda dah yakin sesuai keberadaan hardisk tersebut tekan enter saja, untuk melakukan proses formating hardisk, format hardisk adalah membentuk blok dan cluster di dalam kepingan hardisk.
5. Proses formating hardisk

Anda bisa memilih tipe partisi, bisa FAT atau NTFS. Jika pilihan sudah benar pilih salah satu dan tekan enter, maka instalasi akan meneruskan ke tahap selanjutnya.

Ini contoh proses formating sedang berlangsung.
6. Proses selanjutnya akan secara otomatis meload file-file windows untuk dicopy ke dalam hardisk.

Jika selesai tercopy saatnya booting ulang, alias restart dengan sendirinya.
Proses instalasi selanjutnya akan dimulai dengan munculnya logo Windows

7. Setelah melewati tahap ini kita diminta untuk memasukan parameter yang diminta dalam proses instalasi. Regional and Language Options, adalah memasukan lokasi dan bahasa yang digunakan, untuk bahasa Indonesia saat ini belum ada, kecuali dalam Windows XP Starter Edition.
8. Tahap selanjutnya adalah memasukan nama dan perusahaan anda.

9. Memasukan 25 key yang ada di box atau cd
10. Proses selanjutnya memasukan password sistem, password di sini bukan password saat kita masuk ke Windows, tetapi password yang akan digunakan jika kita hendak mereparasi windows atau masuk safe mode

11. Memasukan setting jam dan tanggal serta Time Zone

12. Setting network bisa anda abaikan dengan tekan typical saja

Sampai tahap ini kita akan menunggu sampai Windows selesai melakukan instalasi, jika proses selesai Windows akan melakukan restart atau booting ulang. Setelah booting ulang maka Windows akan melakukan setting lagi bagi pengguna atau final setup, setting terakhir dan Windows akan mulai bisa digunakan secara default.

Ucapan Welcome to Microsoft Windows jika berhasil akan muncul seperti gambar di atas, kita memasukan nama pengguna dengan menekan tombol di sebelah kanan bawah.
Langkah selanjutnya bisa anda teruskan sendiri.







Selesai dengan tampilnya desktop Windows XP

Memahami instalasi sistem operasi closed source

  1. Partisi Harddisk dan Sistem File

a) Partisi harddisk

Partisi Harddisk adalah pembagian harddisk menjadi beberapa bagian secara logical. Atau seakan-akan harddisk diberi sekat-sekat.
Kegunaan Partisi Harddisk :
  • Menjaga Data agar tetap aman, dengan pemisahan data dengan system maka ketika system rusak data tidak terpengaruh
  • Menginstall Operating System lebih dari satu. agar bisa dual boot.
  • Mempercepat kerja harddisk.
  • Mengakali harddisk yang mengalami bad sector secara fisik (misal platter tergores oleh head harddisk). Untuk bad sector secara magnetis dapat diatasi dengan low level formatting. Diakali dengan cara membuat partisi di antara partisi yang bad sector dan mengosongkan (unpartioned) partisi yang bad sector.
    1. Jenis-jenis partisi :

    1. Primary Partitions
    Adalah jenis partisi yang hanya bisa memiliki satu file system. Jumlah maksimal dari partisi ini max 4.
    1. Extended Partitions
    Adalah jenis partisi yang menjadi wadah dari drive logical, partisi ini dapat memiliki beberapa partisi di dalamnya yaitu partisi logical. Tapi untuk partisi jenis ini max 1. Pada partisi ini tidak bisa diisi file system. Partisi Extended akan mengambil jatah partisi primary.
    1. Logical Partitions
    Partisi yang menjadi bagian dari extended dimana apabila kita ingin membuat file system di dalam extended harus memiliki partisi logical minimal satu.
    1. Beberapa hal yang harus diwaspadai dalam membuat partisi harddisk :

    • Gunakan Extended apabila anda ingin membuat partisi lebih dari 4. Untuk membuat partisi lebih dari 4 maka 3 partisi bisa berupa primary dan yang ke 4 adalah partisi extended. Baru partisi yang selanjutnya dibuat di dalam extended.
    • Taruh Extended di paling belakang. Menaruh primary partition di belakang extended akan menyebabkan salah pembacaan pada OS terutama pada Linux.
    • Akan lebih bijak kalau anda hanya membuat satu partisi primary dan sisanya diisi oleh extended. Sehingga akan lebih mudah dalam perombakan partisi di kemudian hari.
    • Pada OS Linux disarankan anda membuat partisi secara berurutan dalam hal cylindernya. Karena apabila tidak berurutan cylindernya misal anda mengubah partisi di tengah-tengah maka partisi akan salah penamaannya, dan bisa saja system anda bisa tidak bekerja dengan baik.
    • Pada linux partisi primer dan extended akan memiliki penamaan /dev/hda1 – 4 sedangkan untuk logical akan memiliki penamaan /dev/hda5 ke atas.
    1. Master Boot Record (MBR)

    Adalah sector pertama (sector zero) dari harddisk. Dimana pada MBR berisi boot loader (yaitu aplikasi yang bertugas untuk yang menentukan dimana letak suatu OS sehingga BIOS dapat melakukan boot ke OS). Selain itu juga pada MBR ini juga berisi partition table yaitu informasi yang berisi besar alokasi setiap partisi pada harddisk. Oleh sebab itu kalau MBR mengalami bad sector bisa dikatakan suatu harddisk tidak bisa digunakan lagi karena partisi tidak bisa dibentuk yang menyebabkan tidak bisa dibuatnya suatu file system

    b) File sistem

    Adalah metode dalam menyimpan dan mengorganisasi file dan data di dalamnya agar dapat mudah dicari dan diakses.
    1. Jenis-jenis File Sistem Di Windows

  • FAT 16
adalah file system yang diperkenalakan pada era MSDOS. Dengan menggunakan cluster address 16 bit sehingga memungkinkan besar partisi hingga 2GB. Penamaan suatu file menggunakan metode 8.3 (8 nama file dan 3 extention).
  • FAT 32
adalah pengembangan dari FAT 16, diperkenalkan pada era windows 98. Dengan menggunakan cluster address 32 bit memungkinkan besar partisi hingga 124 GB tetapi bila anda memformat dari windows maka hanya terbatas hingga 32 GB. Besar maximal file adalah 4 GB (jadi kalau anda menyimpan image DVD belum tentu cukup).
  • NTFS
adalah file system yang digunakan pada windows berbasis NT (NT, 2000, XP, 2003, Vista). Pada file system ini besar partisi max 256 Terra Byte sedangkan besar datanya 16 Terra Byte. NTFS support terhadap metadata, yaitu database yang berisi informasi suatu file.
  1. Jenis-jenis File Sistem Di Linux

  • Ext2
adalah file sistem yang diperuntukan untuk Linux. Ext2 membagi file sistem menjadi blocks. Secara teori dengan block 1 KB, Ext2 dapat menyimpan satu file hingga 16 GB dengan besar partisi mencapai 4 TB( Tera Byte).
  • Ext3
adalah penerusan dari Ext2 dengan penambaham fitur journaling file system. Journaling file system adalah file sistem yang menyimpan log perubahan di jurnal sebelum ditulis ke dalam harddisk sehingga file sistem tidak corrupt ketika komputer mati tiba-tiba atau sistem yang crash.
  • Ext4
Dirilis secara komplet dan stabil berawal dari kernel 2.6.28. Ext4 mempunyai pengalamatan 48-bit block yang artinya dia akan mempunyai 1EB=1,048,576 TB ukuran maksimum file size-nya, fastfsck, journal check-summing, dan defragmentation support.
  • Reiser file sistem
Memiliki jurnal yang cepat, mirip Ext3 file sistem. Dibuat berdasarkanbalance tree yang lebih cepat dan efisien dalam pemanfaatan disk. Jika kita menulis file100 bytes, hanya ditempatkan dalam satu blol. File sistem lain menempatkannya dalam 100 blok dan menghemat disk sampai 6 %.
  • Swap
adalah jenis file sistem yang digunakan sebagai virtual memori. Virtual memori adalah bagian dari harddisk yang digunakan untuk menyimpan data-data memori apabilamemory full. Besar swap yang dibutuhkan 2 x kapasitas RAM. Namun, bila anda memiliki memori yang besar, anda cukup gunakan 1 x kapasitas RAM atau lebih kecil.
  1. Metode Instalasi Sistem Operasi Clean Install

Metode ini dilakukan jika OS sebelumnya tidak bisa di upgrade sehingga harus dilakukan pembersihan atau penghapusan OS sebelumnya dengan cara menghapus semua data pada partisi tempat OS yang sebelumnya dan membutuhkan software untuk menginstal OS yang baru. Proses ini juga merusak OS yang sebelumnya.
  1. Metode Instalasi Sistem Operasi Upgrade

Jika OS yang akan kita install masih dalam platform OS yang sama, kita hanya melakukan upgrade. Dengan upgrade, sistem pengaturan konfigurasi, aplikasi dan data tetap tersimpan.Metode Ini hanya menggantikan file OS lama dengan file OS baru.
  1. Metode Instalasi Sistem Operasi Multi-boot

Hal ini dimungkinkan untuk menginstal lebih dari satu OS di komputer untuk membuat sistem multi-boot. Setiap OS terkandung dalam partisi sendiri dan dapat memiliki file sendiri dan pengaturan konfigurasi. Pada start-up, pengguna disajikan dengan menu untuk memilih OS yang diinginkan. Hanya satu OS dapat berjalan pada satu waktu dan mengendalikan semua perangkat keras
  1. Metode Instalasi Sistem Operasi Virtualization

Virtualisasi adalah teknik yang sering digunakan pada server. Hal ini memungkinkan beberapa salinan dari sebuah OS yang akan dijalankan pada satu set perangkat keras, sehingga menciptakan banyak mesin virtual. Setiap mesin virtual dapat diperlakukan sebagai komputer yang terpisah. Hal ini memungkinkan sumber daya fisik tunggal untuk berfungsi sebagai sumber daya beberapa logical.